Guru Tulis

Topics :
harianday. Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Drainase Jalan M. Yunus yang Sempit

Drainase Jalan M. Yunus yang Sempit

Written By Alizar tanjung on Kamis, 05 September 2013 | 09.15

Feature Alizar Tanjung

           
Hujan rinai-rinai kecil mulai turun satu jam menjelang magrib. Gabak makin menunjukkan dirinya di hulu. Tidak ada tanda-tanda petang itu akan kembali cewang di langit Padang. Tepat setengah jam menjelang magrib butiran-butiran hujan mulai mengguyuri Kelurahan Jalan M. Yunus, Kelurahan LubukLintah, Kecamatan Kuranji, Padang, Kamis 5 Agustus 2013. Jalan itu memotong dari Simpanganduring sampai Kalawi.
            Menjelang malam butiran-butiran air makin deras mengguyur jalan M. Yunus di tengah padatnya arus lalu lintas Simpanganduring - Kalawi. Sebuah drainase kecil dipenuhi luapan air yang seperti menangis. Semakin lama luapan air itu semakin besar akibat tidak kuatnya daya tampung drainase. Luapan air itulah yang telah menjadi bagian kehidupan warga Lubuk Lintah sepanjang musim hujan.
            “Larikan motor ke kiri,” ujar salah seorang yang mengatur lalulintas kendaraan di tengah banjir yang mengguyuri badan jalan arah kampus IAIN Imam Bonjol Padang. Air naik setinggi betis orang dewasa, melimpah ke teras-teras toko.
Beberapa kendaraan bermotor mati di tengah jalan, terpaksa harus didorong oleh warga setempat. Satu angkot merah jambu jurusan Pasar Raya - Kalawi mati di pusaran banjir, beberapa warga kembali mengambil inisiatif untuk mendorong kendaraan. Mobil-mobil yang belum terlanjur masuk pusaran air, terpaksa harus membanting stir mengambil jalur lain untuk menghindari pusaran banjir.
Air yang naik ke badan jalan menurut keterangan warga disebabkan oleh drainase yang kecil. “Drainasenya hanya satu, kecil pula itu. Ini yang menyebabkan banjir,” ujar Taufik warga Lubuk Lintah. Drainase yang kecil menyebabkan air cepat meluap ketika hujan deras datang. Air yang datang yang tidak tertampung oleh drainase menyebabkan terbentuknya pusaran di badan jalan.
Pusaran ini datang dengan arah memotong badan jalan. Dorongan yang kuat menyebabkan motor yang lewat terbawa arus. Sebab itulah pemilik kendaraan bermotor harus mendorong motor mereka. Sedangkan warga yang hendak pergi berbelanja harus menyinsingkan celana dan roknya setinggi lutut.
Di samping drainase yang kecil, banjir juga disebabkan oleh warga yang membangun rumah di atas drainase yang disemen. Menurut pengakuan warga banyak warga setempat yang tidak sadar dengan fungsi drainase, hingga mendirikan bangunan di atas dehidrasi. Padahal ini menjadi faktor pendukung terjadinya banjir.
Banjir yang berkepanjang berimbas kepada perekonomian warga setempat. Pedagang gorengan, fried chickhen, bakso, nasi sepanjang jalan M. Yunus, Lubuk Lintah, harus gigit jari. Pasalnya sepi pembeli. Hal ini disebabkan karena warga yang mau berbelanja terhambat oleh air yang meluap.
“Orang yang berdagang bakso biasanya ramai, sekarang tidak,” ujar Ahmad penggemar bakso Sarang Gagak. Kalau hanya sekedar hujan tentunya masih dapat menikmati bakso. Namun banjir menghambat para pembeli untuk menikmati bakso kesayangan mereka.
Kesulitan transportasi juga dirasakan oleh mahasiswa IAIN yang tinggal di sekitar Surau Balai, Bandes, Sarang Gagak. Mereka yang hendak pergi maupun pulang dari kampus harus berhadapan dengan banjir dan terkadang terlambat kuliah.
“Sangat mengganggu terutama ketika jadwal kuliah. Kalau biasanya cepat sampainya, karena banjir mengganggu jalan, ya jadi terlambat. Tambah lagi macet angkot,” ujar Ikhlas mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang. Keterlambatan ini juga dirasakan oleh dosen yang melewati jalan yang sama. Akibatnya jadwal mata kuliah juga terganggu.
Ikhlas mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah Kota Padang terhadap selokan air sepanjang Lubuk Lintah dan sekitarnya. Selokan yang minim adalah faktor penyebab banjir. “Sudah dua tahun saya kuliah di sini masih juga itu masalahnya,” keluhnya.
Larut malam hujan sudah mulai redah, butir-butir deras itu telah mulai berkurang kuantitasnya, jalan-jalan telah sepi, tetapi banjir belum menunjukkan menyusut. Air yang datang dari arah bypass kuantitasnya cukup besar untuk ditampung drainase Lubuk Lintah.[]


Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. harianday - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger