Ditulis Alizar Tanjung
HARIANDAY. Satu laki-laki tua jadi patung di tengah ruangan (taman) dengan satu properti kursi panjang. Satu laki-laki muda jati patung di kiri panggung di samping kursi panjang dengan catatan serupa lembaran kerja reporter. Satu perempuan muda tengah mematung dengan sepeda bayi. Wajah mereka berubah-rubah. Ada tiga ronah wajah, bahagiah, bingung, marah. Orangtua yang diperankan oleh Halvika Padma berperan dengan berbagai zaman. Sang perempuan yang diperankan oleh Yosefinta Sintia, terkadang tampak seperti orang sayang kepada anaknya dan terkadang mematung dengan mengangkat sepeda bayi seolah hendak membenturkan bayi dengan sepedanya biar usai segala persoalan. Sang laki-laki muda yang diperankan Ikhsan Haryanto berlaku menurut waktu yang dia jalani dengan kondisi psikologi yang berbeda-beda.
"Hi hi hi. Hi hi hi," inilah perkataan yang selalu dilontarkan oleh laki-laki tua. Terkadang dia benar-benar menangis. Terkadang dia bingung. Terkadang dia tertawa dengan sejadi-jadinya. Adakala berlaku serupa orang gila. Adakala berlaku sebagai orang bingung. Adakala berlaku sebagai orang yang normal. Dan yang tidak kala penting ungkapan "Hi hi hi" bagian yang tidak tinggal dalam setiap ungkapan dialog.
Begitulah awal proses latihan Komunitas Seni Nantumpah, Minggu, 1September 2013 di Taman Budaya Sumbar. Mereka akan memain naskah "Petang di Taman" pada Senin 9 Agustus mendatang di Teater Utama Taman Budaya. Penampilan itu diperuntukkan untuk A Alin De.
"Hi hi hi" adalah tertawaan, serupa menertawakan jalan hidup. Pedih, luka, bahagia, terbahasakan dalam tertawa yang terpingkal-pingkal. Seberat apa pun penderitaan hidup sang tokoh selalu ada sisi humoris untuk ditertawakan. Sebingun apa pun orang-orang yang berbaur dengan kehidupan yang bingung selalu ada sisi humoris pesan-pesan kebaikan yang tidak terbahasakan secara lugas. Dia hanya terbahasakan dalam tertawaan yang membuat tokoh terpingkal-pingkal.
Ada yang menggelitik dalam diri lelaki tua, cara dia menertawakan hidup. Keluguan lelaki tua tidak lagi terikat dengan duniawi sisi lain yang membuat prapenampilan "Petang di Taman" menjadi sisi menarik untuk ditonton di hari-H-nya nanti.
Saya yang menyaksikan persiapan penampilan "Petang di Taman", serupa hendak menertawakan diri sendiri. Peran yang ditampilkan hal-hal biasa dengan logika keseharian. Tentunya ini belum persiapan final yang dilakukan KSNP menjelang penampilan nanti.
Pementasan "Petang di Taman" kerjasama KSNP dengan Teater Plus INS Kayutanam "PETANG DI TAMAN". Naskah yang diperankan naskah Iwan Simatupang, dan disutradarai Mahatma Muhammad, penata artistik Rizal Tanjung. Aktor: Halvika Padma, Ikhsan Haryanto, Chaniago Fajry, Yosefintia Sinta.
Menurut sutradara yang akrap dipanggil Atma, hasil penjualan tiket pementasan akan digunakan untuk penerbitan naskah drama A. Alin De dan istrinya Erlina Alin. Ini bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang telah berjasa besar dalam menghidupkan seni di Sumbar. Tidak dipungkiri bahwa A Alin De salah satu teaterawan yang berpengaruh besar di samping Almarhum Wisran Hadi.
Menelisik lebih jauh siapa A Alin De, Alin De memiliki andil besar dalam membumikan teater secara nasional. Sumbangsih A.Alin De, untuk teater di Sumbar sangat besar. Selain sebagai salah seorang pendiri Bumi Teater beliau juga pemimpin Teater dayung-dayung yang mana karya penyutrdaraanya dinilai sangat baik, untuk tingkat nasional. WS Rendra pada temu teater 1980-an pernah memuji penyutradaan A Alin De di TIM Jakarta (tertulis dalam buku esai Rendra, Menimbang Tradisi), karena karya penyutradaanya sangat detail, seakan-akan ia memakai panggung sebagai media lukis, seakan-akan ia memindahkan kanvasnya ke panggung pertunjukan.
Pantas krinya A Alin De mendapat tempat di hati penikmat seni walau di hati pemerintahan Sumbar belum mendapat tempat. Buktinya sampai hari ini pemerintahan Sumatera Barat belum melirik perjuangan A Alin De untuk mengharumkan nama Sumbar.
Tepat 3 hari sebelum karya penyutraannya naskah "Pelarian" dipentaskan, A Alin De telah menutup mata, mengakhir masa bahagianya di dunia Seni. Kepergian A Alin De meninggalkan kenangan bagi para pelaku seni di Sumbar. Karya terakhir yang dia sutradarai tidak sempat dia nikmati di Taman Budaya Sumbar. A Alin De memang sudah berpulang, dan karya belumlah berpulang.
A.Alin de meninggal 18 agustus 2007, tiga hari sebelum karya penyutradaraanya dipentaskan di Taman Budaya Sumbar. Pentas tersebut tetap berjalan tanpa kehadiran sang sutradara. karya penyutradaan terakhir itu berjudul Pelarian
Menelisik lebih jauh siapa A Alin De, Alin De memiliki andil besar dalam membumikan teater secara nasional. Sumbangsih A.Alin De, untuk teater di Sumbar sangat besar. Selain sebagai salah seorang pendiri Bumi Teater beliau juga pemimpin Teater dayung-dayung yang mana karya penyutrdaraanya dinilai sangat baik, untuk tingkat nasional. WS Rendra pada temu teater 1980-an pernah memuji penyutradaan A Alin De di TIM Jakarta (tertulis dalam buku esai Rendra, Menimbang Tradisi), karena karya penyutradaanya sangat detail, seakan-akan ia memakai panggung sebagai media lukis, seakan-akan ia memindahkan kanvasnya ke panggung pertunjukan.
Pantas krinya A Alin De mendapat tempat di hati penikmat seni walau di hati pemerintahan Sumbar belum mendapat tempat. Buktinya sampai hari ini pemerintahan Sumatera Barat belum melirik perjuangan A Alin De untuk mengharumkan nama Sumbar.
Tepat 3 hari sebelum karya penyutraannya naskah "Pelarian" dipentaskan, A Alin De telah menutup mata, mengakhir masa bahagianya di dunia Seni. Kepergian A Alin De meninggalkan kenangan bagi para pelaku seni di Sumbar. Karya terakhir yang dia sutradarai tidak sempat dia nikmati di Taman Budaya Sumbar. A Alin De memang sudah berpulang, dan karya belumlah berpulang.
A.Alin de meninggal 18 agustus 2007, tiga hari sebelum karya penyutradaraanya dipentaskan di Taman Budaya Sumbar. Pentas tersebut tetap berjalan tanpa kehadiran sang sutradara. karya penyutradaan terakhir itu berjudul Pelarian
Dalam penampilan "Petang di Taman", KSNP menjual tiket dengan melepas harga 15.000 pertiket. Pemesanan tiket melalui 085278970960. KSNT memang tidak asing lagi perteateran di Sumbar. Sebagai teater Indenden KNSP telah menunjukkan kebolehannya pada beberapa event tingkat sumbar dan nasional.
[]
Biodata A Alin De
Biodata A Alin De
Nama
lengkap : A Alin De
Tempat/Tgl.
Lahir :
Padang, 04 Maret 1952
Agama : Islam
Jenis
Kelamin : Laki - laki
Alamat
Terakhir : Kompleks INS
Kayutanam
Jln. Raya
Padang-Bukittinggi Km 53, Palabihan Kayutanam.
Kecamatan 2x11 Kayutanam, Padang
Pariaman, Sumatera Barat.
Riwayat Pendidikan
(1972
- 1977 ) : Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI),
Yogyakarta
(1968
– 1972) : Sekolah Seni Rupa
Indonesia Padang
(1965
– 1968) : SMP N 5 Padang
1960
– 1966) : SD
Pengalaman Kerja
(1982
– 1995) : Harian Singgalang
(1991 – 1997) : Direktur Gondan Art Advertising
Pertunjukan
yang pernah digelar adalah:
·
1979 -Ibu Seorang Pengkhianat, Maxim Gorky
·
1980 -Malin Kundang (Versi Minangkabau), Chairul Harun
-Petang
di Taman, Iwan Simatupang
·
1981 -Maria Zaitun, Fatima Bosyu
-Sang
Juru Nikah, (……………) ?
·
1982 -Antigone, Sopokles
-Umbuik
Mudo dan Puti Galang Banyak, A.Alin De
-Malin
Kundang (Versi Indonesia), Chairul Harun
·
1984 -Pestol, A.Alin De
-Si
Punguk, A.Alin De
·
1985 -Bantal (Kantan), Yukio Mishima.
·
1986 -Menyeratus Hari, A.Alin De.
·
1989 -Caligula, Albert Camus.
·
1990 -Padang 2000 Plus, A.Alin De
·
1991 -Antigone, Kutukan Terakhir, Sopokles.
·
1992 -Jamilan Puti Dewa Raja, A.Alin De
-Matriakhat,
A.Alin De.
·
1995 -Poster, A.Alin De.
·
1996 -Turuk, A.Alin De & Erlina Ernawati.
·
1997 -Anggun Nan Tongga, Wisran Hadi.
·
1998 -Pak Menteri Mau Datang, A.A Navis
-Simalakamo,
A.A Navis
·
1999 -Postgrafiti, A.Alin De
·
2000 -Cindua Mato, A.Alin De
-Postgrafiti, Tur empat kota di Sumatera
·
2002 -Bungsu, A.Alin De dan
Erlina Ernawati
·
2007 -Pelarian, A.Alin De
Pertemuan
& Festival Teater Yang Pernah Diikuti
·
1979 -Juara Festival Teater 10 November
·
1980 -Pertemuan Teater Indonesia 80 di
Taman Ismail Marzuki
-Duta
Seni se Sumatera
·
1982 -Juara II Festival Teater Sumatera
Barat
-Pertemuan
Teater Indonesia 82 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
·
1985 -Juara I Festival Teater Sumatera
Barat.
·
1986 -Pertemuan Teater Indonesia 86 di
Padang.
·
1992 -Pertunjukan Khusus Dewan Kesenian
Jakarta, di TIM.
·
1996 -Temu Karya Teater Indonesia 1996 di
Pekan Baru
·
1997 -Pertunjukan Partisipasi PSN 1997 di
Kayutanam
Pengalaman Organisasi :
1978
– 1992 : Komite Senirupa
Badan Koordinasi Kesenian Nasional (BKKNI)
Sumatera Barat
1993
– 1997 : Komite Teater
Dewan Kesenian Sumatera Barat (DKSB)
2000
– 2002 : Ketua Pelaksana
Harian Dewan Kesenian Padang (DKP)
2002
– 2007 : Ketua Badan
Koordinasi Kesenian Indonesia (BKKI) Sumatera Barat
2003
– 2007 :
Sekretaris Dewan Kesenian Padang Pariaman (DKPP)
Sutradara Mahatma Muhammad, Kelahiran Padang 18 April 1989. Pendiri dan Sutradara Teater di Komunitas Seni Nan
Tumpah Padang. Instruktur di Teater Wadjah STKIP Dharma Bakti Lubuk Alung SMP
Pertiwi 2 Padang, Sanggar Sastra Siswa SMA 2 Padang . Aktif berteater sejak 2003, memulai proses di
kelompok Teater Kopimoka Yogyakarta, berlanjut di Teater Gandrik Muda, Teater
Mandiri, SAC, dan Komunitas Seni
Nitiprayan Yogyakarta. Mengikuti beberapa kegiatan Temu Teater, Temu Penyair
dan Sastrawan di beberapa Kota. Menulis naskah drama, puisi dan esai. Karya tulisnya
termuat di beberapa antologi bersama dan berbagai media daerah serta pusat. Buku
Puisinya Tempurung Tengkurap (2011). Secara Pribadi dan Grup, beberapa kali memenangkan lomba/festival
Teater, Baca Puisi, Menulis Puisi, Naskah Drama dan Musikalisasi Puisi. Menjadi Juri di beberapa kegiatan Lomba Baca
Puisi dan Teater. Bekerjasama dengan produksi berbagai kelompok Teater, Seni
Rupa, Musik, Sastra dan Tari sebagai Sutradara, Aktor, Penata Artistik,
Pemusik, Penulis Naskah, Stage Manager, Intruktur Kegiatan dan lainnya.
Nas
kah dramanya yang sudah dipublikasikan serta dipentaskan adalah Palsu (2006), Djatmiko (2007), Kampungku Punya Cerita (2008) dipentaskan oleh Teater Kopimoka, Komunitas Seni Nitiprayan, dan Klinik SAIC Yogyakarta, Cerita Kanak-Kanak Dari Dunia Kucing (Adaptasi puisi Emha Ainun Nadjib, 2009), Cincin Kelopak Mawar (Adaptasi cerpen Firdaus, 2010) Adaptasi Puisi-Puisi Rusli Marzuki Saria, Syarifuddin Arifin dan Zubaidah Djohar dipentaskan Komunitas seni Nan Tumpah, serta Negeri Budaya Latah (2012, dipentaskan Galang Dance Company di Taman Budaya Sumbar & Bentara Budaya Jakarta).
kah dramanya yang sudah dipublikasikan serta dipentaskan adalah Palsu (2006), Djatmiko (2007), Kampungku Punya Cerita (2008) dipentaskan oleh Teater Kopimoka, Komunitas Seni Nitiprayan, dan Klinik SAIC Yogyakarta, Cerita Kanak-Kanak Dari Dunia Kucing (Adaptasi puisi Emha Ainun Nadjib, 2009), Cincin Kelopak Mawar (Adaptasi cerpen Firdaus, 2010) Adaptasi Puisi-Puisi Rusli Marzuki Saria, Syarifuddin Arifin dan Zubaidah Djohar dipentaskan Komunitas seni Nan Tumpah, serta Negeri Budaya Latah (2012, dipentaskan Galang Dance Company di Taman Budaya Sumbar & Bentara Budaya Jakarta).
Karya Penyutradaraan Teater
PALSU, Naskah Mahatma Muhammad (Auditorium Sekolah Menengah Seni Yogyakarta 2006),
ORANG TERASING, naskah Heri Wardana (Studio Teater SMKI Yogyakarta 2006),
SEPASANG MATA INDAH, naskah Subandi (Taman Budaya Yogyakarta 2007),
PESONA PANEN, Naskah Mahatma Muhammad (Kolaborasi SMM,SMSR,SMKI Yogyakarta 2007 )
KAPAI-KAPAI, Naskah Arifin C Noer (Stage Teater ISI Yogyakarta 2007)
PASAR SERET, Naskah Heru Ksawa Murti ( Malang 2007)
PENAGIH HUTANG naskah Anton Chekhov (Semarang, 2008)
PINANGAN, Naskah Anton Chekhov ( Yogyakarta, 2008)
ARWAH KESEPIAN naskah karya Noel Coward (Taman Budaya Yogyakarta 2009)
CERITA KANAK-KANAK DARI DUNIA KUCING naskah Mahatma Muhammad adaptasi Puisi Emha Ainun nadjib (Taman Budaya Yogyakarta 2009, Taman Budaya Sumbar 2011)
SERUMPUN SATURUPA SEBANGSA SATURASA, Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya di Taman Budaya Sumbar Maret 2012
MALING KONDANG, Teater Puisi-puisi karya Syarifuddin Arifin. (Taman Budaya Sumbar Juni 2012)
PULANG MELAWAN LUPA, Teater Puisi-puisi karya Zubaidah Djohar (Taman Budaya Sumbar Juni 2012)
ORKES MADUN 1 ATAWA MADEKUR & TARKENI, Naskah Arifin C Noer. ( ISI Padangpanjang, GOR Bulungan Jakarta Selatan, November 2012)
PALSU, Naskah Mahatma Muhammad (Auditorium Sekolah Menengah Seni Yogyakarta 2006),
ORANG TERASING, naskah Heri Wardana (Studio Teater SMKI Yogyakarta 2006),
SEPASANG MATA INDAH, naskah Subandi (Taman Budaya Yogyakarta 2007),
PESONA PANEN, Naskah Mahatma Muhammad (Kolaborasi SMM,SMSR,SMKI Yogyakarta 2007 )
KAPAI-KAPAI, Naskah Arifin C Noer (Stage Teater ISI Yogyakarta 2007)
PASAR SERET, Naskah Heru Ksawa Murti ( Malang 2007)
PENAGIH HUTANG naskah Anton Chekhov (Semarang, 2008)
PINANGAN, Naskah Anton Chekhov ( Yogyakarta, 2008)
ARWAH KESEPIAN naskah karya Noel Coward (Taman Budaya Yogyakarta 2009)
CERITA KANAK-KANAK DARI DUNIA KUCING naskah Mahatma Muhammad adaptasi Puisi Emha Ainun nadjib (Taman Budaya Yogyakarta 2009, Taman Budaya Sumbar 2011)
SERUMPUN SATURUPA SEBANGSA SATURASA, Temu Sastrawan Nusantara Melayu Raya di Taman Budaya Sumbar Maret 2012
MALING KONDANG, Teater Puisi-puisi karya Syarifuddin Arifin. (Taman Budaya Sumbar Juni 2012)
PULANG MELAWAN LUPA, Teater Puisi-puisi karya Zubaidah Djohar (Taman Budaya Sumbar Juni 2012)
ORKES MADUN 1 ATAWA MADEKUR & TARKENI, Naskah Arifin C Noer. ( ISI Padangpanjang, GOR Bulungan Jakarta Selatan, November 2012)







0 komentar:
Posting Komentar