Berita Alizar
Tanjung
Jumpa Pers PINBA (Pertemuan Internasional Bahasa Arab)
VIII IMLA
HARIANDAY_ Menurut Pimpinan Padang Ekspress Group Sutan Zaili
Asril bahasa arab sebagai bahasa bisnis memang berpotensi besar meningkatkan
perekonomian Sumatera Barat. "Terbukanya peluang ekonomi
selebar-lebarnya," ujar sarjana Pendidikan Bahasa Arab IAIN Imam Bonjol
Padang ini saat jumpar pers PINBA VIII IMLA di Pondok Sate Taman Sari Jalan A.
Yani Padang.
Sutan Zaili
memandang bahwa selama ini terjadi kekeliruan dalam mengartikan mempelajari
bahasa arab. "Orang Indonesia belajar bahasa arab untuk menjadi TKI. Orang
barat belajar bahasa arab karena ingin memperluas wilayah bisnis. Karena ingin
menjadi bertambah mapan lagi," ujar Zutan Zaili Asril.
Sumbar memang
mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pelaksana PINBA (Pertemuan International
Bahasa Arab) VIII IMLA setelah PINBA VII yang dilaksanakan di Yogyakarta. Hal
ini merupakan kesempatan pertama bagi Provinsi yang telah melahirkan begitu
banyak ulama Minangkabau yang terkenal di kancah dunia Internasional.
Tidak kurang
dari 148 pakar Arab dari 18 negara ikut berpartisipasi sebagai peserta seminar
yang dilaksanakan 28-31 Agustus 2013 mendatang. "148 orang yang sudah
mendaftarkan diri dari luar negeri," ujar ketua panitia pelaksana PINBA
VIII IMLA Masnal Zajuli, Selasa, 27 Agustus 2013.
Masnal Zajuli
menuturkan sampai hari ini, 13.00 WIB, 27 Agustus 2013 sudah 25 peserta seminar
dari luar negeri yang sudah mendarat di Padang.
"Peserta
luar negeri yang sudah datang 25 peserta, peserta dalam negeri mendekati angka
100. Kita harapkan pendaftaran dari guru, dosen bahasa Arab tidak kurang
mendaftarkan diri dari 300 orang," ujar guru Besar Bahasa Arab IAIN Imam
Bonjol Padang ini.
"Kita
hendak mengenalkan Sumatera Barat ke mereka (peserta dari luar negeri)."
Menurut Masnal Zajuli ini adalah wujud dari pengenalan bahasa arab sebagai
bahasa politis dan juga bahasa bisnis dalam menggaet investor untuk masuk ke
Indonesia.
"Sangat
disayangkan kalau orang Arab lebih mengenal Malaysia daripada Indonesia,"
ujar Masnal. Padahal Indonesia menurut Masnal merupakan daerah yang menjadi
pusat perkembangan Islam. Bahkan menurut laporan Hamka Islam masuk ke Indonesid
abad 7.
Pernyataan ini
diperkuat oleh Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Makmur Syarif. Pasalnya selama
ini bahasa arab hanya dianggap sebagai bahasa studi. "Bahasa arab itu
tidak hanya bahasa studi. Bahasa arab itu disamping politis juga sebagai bahasa
bisnis," ujar Makmur Syarif. Dia menegaskan bahwa penguasaan bahasa arab
memperkuat perekonomian dalam negeri, terutama dalam penanam modal dari
investor negara-negara arab.
"Penguasaan
bahasa arab yang baik akan membuka peluang besar investor arab berinvestasi di
Sumatera Barat," ujar Makmur Syarif. Investasi itu berupa investasi bidang
wisata, madrasah, sumber daya manusia, perhotelan. Tentunya ini akan
meningkatkan perekonomian Sumatera Barat. ()





0 komentar:
Posting Komentar